Rabu, 26 Oktober 2016

Selamat Jalan Bapak

Setiap hembusan nafas pasti akan terhenti; yang hidup pasti akan mati. Bahwasanya jodoh, rezeki, dan maut itu sudah ditentukan oleh Sang Maha Pencipta.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, ia seperti menikam siapapun setiap saat. Ia mengubah usia dengan detiknya yang terus menerus berputar. Aku bahkan tak mampu untuk mencegahnya.

Hari ini hatiku masih berduka, mengingat kemarin dan waktu yang lampau telah memanggil satu per satu pahlawan tanpa tanda jasaku, ya mereka adalah dosen-dosenku.

Alm. Bapak St. Kristyono, Alm. Bapak Bambang Purwanto, dan Alm. Bapak Yustiaman Barus dipanggil Sang Khalik ditahun ini, 2016. Duka yang mendalam menyelimuti hatiku, hatimu, dan hati kita.

Begitu banyak kenangan kami bersamamu, bahkan aku takkan pernah lupa. Saat Alm. Bapak St. Kristyono menegurku, karena aku melamun dijam pelajarannya sehingga membuatku belum selesai mencatat tulisannya dengan baik. "Belum selesai? Melamun saja daritadi saya liat," ucap Alm. Bapak Kristyono kepadaku.

Sebelum Alm. Bapak Bambang Purwanto pergi, masih ingat jelas dihari sebelumnya aku bertemu dengannya di ruang dosen, almarhum menyuruhku untuk masuk kedalam. "Gapapa masuk aja," ungkap alm. Bapak Bambang Purwanto sambil tersenyum.

Alm. Bapak Yustiaman Barus, kupikir masih belum lama diajarkan oleh beliau, tepat disemester 4. Banyak kata-kata motivasi dan cerita-ceritamu dulu di depan kelas.

Begitu banyak hal yang takkan terlupakan. Semoga ilmu yang engkau berikan takkan pernah terputus dan Allah jadikan sebagai pemberat amal.
Selamat jalan Bapak, tempat terbaik dari yang terbaik untukmu. Aamiin