Tetesan air hujan membasahi bumi, begitupun dengan tetesan air mataku. Tangisan itu tanpa henti-hentinya mengalir, hatiku tersayat-sayat, dan pedih tiada tara.
Video di branda facebookku telah melukai hatiku. Betapa tidak, seorang wanita memandikan orang tua itu dengan ganasnya, memukul, bahkan menyiram tanpa belas kasih. Sungguh tega! Tak berani aku melihat video tersebut hingga usai. Hatiku sudah pedih, mataku sudah basah, apalagi mulutku sudah tak sanggup berkata-kata.
Aku yakin, orang tua rentan itu adalah Ibu/Bapaknya. Namun, aku tidak bisa memastikan apakah itu Ibu/Bapaknya, karena aku sudah tak sanggup menontonnya. Yang jelas, orang tua itu sudah rapuh, rentan, dan butuh kasih sayang.
Terkadang ketika sudah besar, kita lupa akan perjuangan, cinta kasih, dan pengorbanan orang tua.
Semakin bertambahnya usia, maka semakin tua Ibu dan Bapak kita. Ketika mereka tua, ingatlah kenangan kita bersamanya. Dulu Ibu memandikan dengan penuh kasih sayang, menyuapi makanan dengan sabar, mengajarkan kita hal yang baru, membantu berjalan, dan masih banyak lagi cinta kasihnya. Lalu Ayah selalu bekerja keras agar kebutuhan anaknya terpenuhi, kerja banting tulang setiap hari, dan masih banyak lagi perjuangannya.
Apakah kita tega berlaku kasar kepadanya? Setelah begitu banyak hal yang mereka lakukan untuk kita. Ketika ia tua, rawatlah mereka sebaik mungkin, nescaya anak-anakmu akan menjaga kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar